Cara Aborsi Sendiri Menurut WHO

Vitalitas17.COM merupakan situs website jual obat cytotec misoprostol / obat aborsi kandungan paling aman, ampuh, cepat dan manjur 100% asli BERGARANSI.

Cara Aborsi Sendiri Menurut WHO

Aborsi Sendiri, Menurut WHO

Cara aborsi ini termasuk jenis aborsi medis dan biasanya dilakukan dengan bantuan obat. Badan Kesehatan Internasional (WHO) telah menyatakan bahwa metode aborsi menggunakan bantuan obat dapat dilakukan hingga usia kehamilan mencapai 20 minggu atau setara usia kandungan 5 bulan maksimal.

Metode ini juga telah terbukti aman, sesuai prosedur yang diberikan ketika hendak aborsi. Hanya saja, ada yang perlu diperhatikan dalam setiap tindakan aborsi aman saat melakukan di rumah sendiri. Untuk langkah tersebut perlu dibutuhkan seorang pendamping, jika berencana ingin lakukan aborsi sendiri.

Cara Aborsi Sendiri yang Paling Aman

Prosedur aborsi kandungan sendiri terkadang menjadikan seseorang merasa khawatir, apalagi tanpa adanya seorang pendamping. Dengan adanya seorang pendamping mungkin akan merasa lebih aman, bahkan jika terjadi hal yang tidak di inginkan, pemahaman seorang pendamping yang berbeda mengenai cara aborsi sendiri menggunakan obat cytotec misoprostol sangat membantu.

Ia dapat bertugas dan mengawasi serta memastikan bahwa semua proses aborsi telah siap dan dapat dilakukan secara mandiri.

Cara Aborsi Sendiri, Mandiri

Cara Aborsi Sendiri dengan Pendamping

Bagi seorang yang mendampingi bisa mulai bersiap-siap, di bawah ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan jika menjadi seorang pendamping :

  • Konsultasi Bersama Kami

Ini berlaku saat pendamping dan wanita mencari layanan aborsi kandungan aman dengan obat di
tempat kami. Setiap pelaku tindak aborsi akan ditanyakan untuk memastikan usia kehamilan, jika tidak mengetahui berapa usia kehamilannya saat ini, lakukan tes kehamilan. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman terkait yang dibutuhkan saat memilih cara aborsi kandungan sendiri. Tugas seorang pendamping nanti kami jelaskan, untuk dijelaskan kembali kepada seorang yang berencana aborsi.

  • Memberitahukan Hal Terjadi

Berdasarkan laporan yang ada, komplikasi maupun infeksi akibat aborsi medis hanya terjadi sekitar 1%. Namun, tentu masih perlu berjaga-jaga dalam tahapan aborsi medis. Jika yang didampingi mengalami gejala komplikasi, segera bawa ke rumah sakit terdekat yang dapat ditempuh kurang dari 30 menit. Ketahui tanda komplikasi dan infeksi setelah aborsi dapat diatasi dengan baik, usahakan untuk tetap tenang agar semuanya berjalan sesuai dengan prosedur.

  • Mencoba Kegiatan Menghibur

Selama menjalani prosedur, pendamping bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan/menghibur, seperti; nonton film komedi atau kartun yang lucu, cukup film-film yang ringan dan menghibur untuk menjaganya tetap rileks.

  • Dukungan Tidak Boleh Berhenti Setelah Prosedur Selesai

Stigma yang bergulir selama ini membuat aborsi dipandang sebagai tindakan yang dilarang. Padahal, aborsi sesungguhnya adalah bagian dari pemenuhan terhadap 12 hak kesehatan seksual dan reproduksi. Seseorang berhak memutuskan pilihan terbaiknya untuk kehidupannya. Percayalah, bahwa melarang aborsi justru dapat meningkatkan ancaman membahayakan nyawa seorang tindak aborsi. Kemungkinan akan mengalami stres, putus asa bertahan hidup, melakukan percobaan bunuh diri, dan lain sebagainya.